Strategi Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Hampir semua daerah mencantumkan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai salah satu program pembangunan daerah masing-masing. Setiap daerah tentu saja memiliki kondisi dan sasaran yang berbeda-beda. Namun, ada baiknya jika strategi untuk menjalankan program tersebut tersusun dan terencana dengan baik.

Mengimplementasikan TIK tidak cukup hanya dengan melengkapi infrastruktur dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, banyak aspek lain yang perlu diperhatikan. UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development) menyebutkan ada 12 aspek yang perlu diperhatikan. UNCTAD menyebutnya 12Cs ICT Framework*. Berikut adalah aspek yang perlu diperhatikan dalam menyusun strategi penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi, disertai penjelasan menurut pendapat penulis.

 

ASPEK Perhatian Utama Penjelasan Tambahan
Connectivity – Infrastruktur dan teknologi yang terjangkau

– Dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan

Infrastruktur dan teknologi perlu disesuaikan dengan kemampuan daerah dan kemampuan sumber daya manusia yang ada di daerah tersebut. Tidak perlu terburu-buru memilih teknologi yang akan digunakan. Teknologi tercanggih belum tentu tepat untuk digunakan di daerah tersebut.
Content – Relevan

– Mudah diakses

– Keterlibatan pihak yang berkepentingan dalam proses pembuatannya

Saat ini sudah ada lebih ribuan konten bahan ajar di internet, sebagai contoh www.psb-psma.org. Daerah dapat mendownload sesuai kebutuhan masing-masing.

Selain mendownload dari internet, perlu ada keterlibatan pendidik atau pihak lain dalam pembuatan bahan ajar atau konten pendidikan lainnya. Konten yang sudah dibuat, dapat disimpan dalam sebuah server atau medium lain seperti CD atau DVD agar dapat diakses oleh seluruh pihak yang berkepentingan.

Community – Keterlibatan seluruh warga dalam program TIK Seluruh pihak yang berkepentingan memiliki peran masing-masing dan membentuk sebuah komunitas TIK untuk menjalankan dan mengawasi program Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Commerce – Menjamin keberlangsungan Strategi yang dibuat perlu memperhitungkan kegiatan ekonomi daerah. Perlu diperhatikan bahwa dengan adanya TIK dapat mendukung pembangunan Ekonomi daerah tersebut. Aktifnya kegiatan ekonomi dengan adanya TIK dapat menjamin keberlangsungan program.
Capacity – Kemampuan pemerintah daerah sebagai organisasi pelaksana program

– Kemampuan sumber daya manusia

Strategi pelaksanaan di daerah perlu memperhatikan sampai seberapa jauh program TIK dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang ada serta kemampuan pengelola program dalam menjalankan strategi penerapan TIK.

Perlu diperhatikan pula bahwa birokrasi yang saat ini berjalan, dapat disesuaikan demi mendukung pelaksanaan program TIK.

Culture – Budaya yang mendukung Dalam komunitas www.psb-psma.org terdapat semboyan yang selalu diucapkan dan dilakukan. Semboyan tersebut adalah “Rela Berbagi dan Ikhlas Memberi”.

Perlu ada budaya berbagi pengetahuan agar program TIK dapat dengan cepat berjalan dan juga dapat menjamin keberlangsungan program untuk masa yang akan datang.

Cooperation – Adanya kerjasama yang baik antar stakeholder Pastikan bahwa pada awal pembuatan strategi, pihak yang berkepentingan ikut dilibatkan dalam penyusunan sehingga pada saat pelaksanaan akan terjadi kerjasama yang baik antar berbagai pihak.
Capital – Keberlangsungan Finansial Perencanaan keuangan yang matang perlu dilakukan pada tahap perencanaan untuk memastikan tidak ada satu kegiatan yang tidak dapat terlaksana. Masing-masing kegiatan dalam program saling berkaitan satu sama lain, sehingga apabila ada salah satu kegiatan yang tidak berjalan dapat menghambat kesuksesan program TIK.
Context – Disesuaikan dengan kondisi dan keadaan setempat

– Mempengaruhi kondisi dan keadaan setempat

Strategi TIK yang diimplementasikan sebaiknya disesuaikan dengan keadaan daerah masing-masing.

Strategi yang dibuat perlu juga merubah keadaan setempat dan membuat kondisi yang lebih mendukung bagi pelaksanaan program.

Continuity – Monitoring dan Evaluasi

– Fleksibel, memungkinkan pembelajaran

– Dapat ditingkatkan

Perlu adanya kegiatan monitoring dan evaluasi untuk menjamin keberhasilan program.

Strategi yang dijalankan harus fleksibel dan menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi, agar dapat belajar dari kesalahan dan menyusun strategi yang lebih tepat.

Strategi yang dibuat memungkinkan adanya peningkatan baik itu kualitas maupun kuantitas untuk masa depan agar program dapat terus berjalan.

Control – Kepemilikan bersama

– Tanggung jawab bersama

Pastikan bahwa terdapat kepemilikan bersama dalam program TIK. Adanya rasa kepemilikan dapat meningkatkan pengawasan dan tanggung jawab dari seluruh stakeholder.
Coherence – Selaras dengan program atau kebiajakan lainnya Terdapat beberapa program lain yang beriringan dengan program TIK, pastikan bahwa masing-masing program terkait dan selaras satu sama lain. Masing-masing program tidak bertentangan dengan yang lainnya.

12Cs ICT  Framework ini dapat digunakan sebagai panduan bagi pemerintah untuk merencanakan strategi yang paling efektif untuk pelaksanaan program TIK. Saya masih teringat tulisan yang diucapkan Winston Churchil pada saat perang dunia. He who fails to plan is planning to fail.

*) UNCTAD (2006) Digital Divide Report: ICT Diffusion Index 2005, UNCTAD, Geneva.

Sumber : http://www.dbe3elearning.net/index.php?option=com_content&view=article&id=168:strategi-penerapan-teknologi-informasi-dan-komunikasi&catid=46:pengseko&Itemid=61

By labcom38b Posted in Berita Tagged

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s